Ketahanan Pangan Sumbar Untuk Ramadhan dan Jelang Idul Fitri Masih Kuat

(Kiri ke kanan) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Novrial, SE, MA. Ak , Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar, Ir. Siti Aisyah,M.Si., dan Kepala Dinas Pangan Sumbar, Syaiful Bahri, SP., MM. (Foto:Galuh Padang FM)

Padang – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumatera Barat, Ir. Siti Aisyah, M.Si., ungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar berusaha memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di bulan suci Ramadan dan menjelang Lebaran. Pernyataan itu disampaikan dalam Jumpa Pers Diskominfotik Sumbar dengan wartawan, Kamis, 21 Maret 2023.

“Alhamdulillah aman. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berusaha mencukupi kebutuhan pangan warganya di bulan suci Ramadan dan menyambut lebaran,” ungkap Siti Aisyah.

Dalam Jumpa Pers yang diadakan di Ruang Command Center Diskominfotik Sumbar tersebut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Novrial, SE, MA. Ak dan Kepala Dinas Pangan Sumbar, Syaiful Bahri, SP., MM.

“Soal beras, stok kita memadai dan Insyaallah tersedia memenuhi kebutuhan hingga Lebaran,” ungkap Kepala Dinas Pangan Sumbar, Syaiful Bahri.

Ia melanjutkan meski efek musibah banjir dan erupsi menyebabkan banyak sektor pertanian padi yang gagal panen, hal ini masih dapat ditanggulangi dengan persediaan cadangan beras. Cadangan beras ini disalurkan kepada daerah-daerah yang terdampak bencana.

“Gubernur membagikan beras cadangan ke daerah bencana erupsi Gunung Merapi sebanyak 147 ton, yaitu  Agam, Padang Panjang, Tanah Datar. Ini dipusatkan di Padang Panjang,” ungkapnya.

Sedangkan untuk Pesisir Selatan sebagai daerah terdampak paling parah akibat banjir, Pemprov menyerahkan 220 ton bantuan beras. Sedangkan untuk kota Padang masih belum ada permintaan berkaitan hal tersebut.

“Saat ini sisa cadangan beras kita kosong. Namun, kami meyakinkan kepada masyarakat bahwa hal ini masih dapat ditanggulangi. Untuk efek banjir bandang terhadap ketahanan pangan, baru dapat dilihat tiga bulan setelah bencana”, lanjutnya.

Syamsul Bahri melanjutkan bahwa Sumatera Barat mendapatkan surplus 20 ribu ton tiap bulannya. Hal ini karena daerah tidak terdampak bencana masih bisa produksi. Selain itu untuk di Pessel masih aman hingga lebaran karena pasokan dari Bulog masih mengalir.

Mengatasi harga cabai yang melambung tinggi dan menyebabkan inflasi mencapai 3,23%, Operasi Pasar telah dilakukan oleh Pemprov Sumbar.

“Kita bawa 2 ton dari Borobudur, kita sebar ke Pessel, Lubuk Basung, Sijunjung dan Kota Padang. Alhamdulillah, semuanya habis. Jika ada lagi trennya naik, kita intervensi lagi. Di Jawa kondisinya saat ini sedang panen,” tukas Syaiful Bahri.

“Saya sarankan kepada masyarakat, jangan melakukan panic buying. Karena stok kita masih aman”, tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disperindag Sumbar, Novrial menjelaskan bahwa pemerintah pusat sudah menentukan kuota minyak goreng per tahun di tiap Provinsi.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 1528 Tahun 2022, Sumbar mendapatkan kuota 74.451 ton minyak goreng per tahun. Namun, kami tetap meminta tambahan kuota pada pemerintah pusat untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan masyarakat”, jelas Novrial.

Kuota tersebut kemudian dibagi per bulan menjadi kurang lebih 6.870 per bulan, yang didistribusikan baik oleh distributor Sumbar maupun luar Sumbar.

“Kita konsen saja pada ketercukupan, jangan harga. Karena harga itu fluktuatif”, tambah Novrial. (Galuh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *