Leonardy Dorong Sako Pasia Talang Jadi Desa Tanggap Budaya

Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH bersama Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Anggota Bamus Nagari Sako Pasie Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan

Pasia Talang – Ketua Badan Permusyawaratan (Bamus) Nagari Sako Pasie Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan Syafrinaldi Dt Sutan Kayo , menyatakan kegembiraannya bisa bertemu dengan Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH. Dia pun bangga bahwa ini pertemuan perdana Senator Leonardy dengan Bamus nagari-nagari di Solok Selatan.

“Kami sangat bangga dengan adanya pertemuan ini Pak Leonardy. Kebanggaan ini karena ini perdana mungkin nagari-nagari di Solok Selatan bertemu langsung dengan wakilnya di DPD RI,” ujar Syafrinaldi, Jumat 29 Februari 2024.

Syafrinaldi mengungkapkan di Nagari Sako Pasia Talang ada 6 kepala urusan (Kaur), 4 kepala wilayah dan 6 staf. Keenam staf itu adalah staf siskeudes, staf sipades, staf idmc, staf bamus, operator dan staf umum. Bamus terbantu dengan adanya staf yang dikhususkan untuk membantu Bamus.

“Alhamdulillah dengan adanya staf khusus Bamus, maka urusan administrasi di Badan Permusyawaratan Nagari Sako Pasia Talang berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala yang berarti,” tegasnya.

Dikatakannya, di Sako ada tradisi maarak bungo lamang. Tradisi ini dilaksanakan saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.  Bunga itu dibuat dari kertas warna-warni hingga menyerupai bunga asli seperti bunga mawar, bunga sedap malam dan lainnya. Bunga ini ditata di atas Lamang yang akan disantap bersama setelah pawai berakhir.

Juga ada beberapa tradisi lainnya yang berkaitan dengan adat dan budaya setempat. Untuk itu dia mengharapkan agar tradisi (adat dan budaya) yang ada di nagari bisa difasilitasi dan diakomodir oleh pemerintah. Sebab jika mengandalkan dari dana desa, tidak bisa, karena dana desa beberapa tahun terakhir selalu direfokusing dan diarahkan untuk penanganan covid-19, bantuan langsung tunai, ketahanan pangan dan untuk pemulihan ekonomi. Terakhir untuk penanganan stunting. 

Dia pun berharap agar rumah adat di Pasia Talang dan rumah gadang lainnya di Solok Selatan terus mendapat perhatian dari pemerintah dalam hal pemeliharaannya sebab jika tidak mendapatkan perhatian maka sebutan nagari Seribu Rumah Gadang bakal tinggal nama. Dikatakannya, rumah adat (rumah gadang yang ada di Pasia Talang juga merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Saribu Rumah Gadang yang ada di Solok Selatan.

Dalam kesempatan itu, Syafrinaldi meminta pula kepada Leonardy agar pemerintah memberikan perhatian kepada Badan Permusyawaratan Nagari. Kalau bisa Bamus menerima insentif setara dengan walinagari karena Bamus pun turut berperan aktif dalam proses pengelolaan dana desa dan pembangunan di nagari. 

Anggota DPD RI. H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP, MH juga mengatakan kegembiraan dan aspirasinya terhadap Ketua dan Anggota Bamus Nagari Sako Pasie Talang. Kepada mereka, Leonardy menjelaskan tentang DPD RI, tugas pokok dan fungsi serta kewenangannya. Juga dijelaskan tentang alat kelengkapan DPD RI dan mitra kerjanya.

“Kewenangan DPD RI itu masih terbatas. Makanya DPD lebih menitikberatkan pada pengawasan atas pelaksanaan undang-undang. Saya kemari karena melaksanakan pengawasan atas undang-undang tentang Desa dan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan,” ujar Ketua Badan Kehormatan DPD RI itu.

Leonardy mengatakan tidak semua Bamus mempunyai staf. Syukurlah di Sako Pasia Talang bisa menyediakan banyak staf untuk membantu pekerjaan walinagari dan Bamus. Sebab sejumlah nagari masih banyak Kaur atau Kasi yang mengerjakan pekerjaan penginputan data ke Siskeudes dan lainnya.

Leonardy membenarkan keluhan Dt Sutan Kayo tentang dana desa yang direfokusing dan digunakan untuk BLT, ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi serta penanganan stunting. Beberapa tahun sebelumnya juga untuk penanganan covid-19.

Leonardy mengapresiasi Bamus dan Walinagari Sako Pasia Talang yang mampu menyediakan makanan tambahan bagi anak-anak yang diidentifikasi mengalami stunting. Apalagi keluarga yang anaknya stunting diberikan telur, kacang ijo, tempe, susu, roti dll seperti yang dilakukan nagari itu.

Perhatian terhadap adat, bisa dilakukan Bamus dengan Walinagari melalui penetapan nagarinya menjadi desa tanggap budaya. Tipe desa ini merupakan salah satu tipe yang ingin dicapai melalui SDG’s Desa. Dengan menetapkan Sako Pasie Talang sebagai desa tanggap budaya, dukungan terhadap adat dan budaya bisa didanai dengan dana desa.

Leonardy menyarankan untuk menjadikan nagari itu menjadi desa wisata. Sebagai bagian dari Program Seribu Rumah Gadang, tentu tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat. Bagaimana nagari bisa memanfaatkan kunjungan wisatawan tersebut untuk pemasukan asli nagari. Bisa dengan menampilkan atraksi dan perlombaan yang tumbuh dan berkembang di nagari. 

Leonardy pun mengingatkan, tidak semua aspirasi warga bisa didanai dengan bantuan pemerintah. Saat ini pemerintah Tengah mengupayakan pengembangan dan penguatan sektor keuangan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *